Category: Tentang murai batu


Mixed Mastering, atau memaster burung secara campuran, adalah memastrer burung dengan menggunakan dua media, yaitu menggunakan suara burung asli dan CD Mastering. Liberty Bird Farm mencoba dua cara itu sebagai bahan experimen pada anakan Komando yang didapat dari Black Bird Keeping Cilacap. Pemasteran anakan Komando ini dilakukan dengan dua cara seperti di atas, dengan cara sebagai berikut :

a. Malam Hari

  1. Diperdengarkan brain wash sonar therapy dari smartmastering selama 30 menit
  2. Dimaster dengan mix sound dari suara alap-alap, branjangan, lovebird, kenari, cucak jenggot, cililin, gereja menggunakan media Laptop.

b. Siang Hari

  1. Diperdengarkan brain wash sonar therapy
  2. Dimaster dengan suara burung asli yaitu, jalak suren, ciblek dan pentet yang full isian.

Hasilnya : LUAR BIASA

Anakan Komando (usia 4 bln) bisa mengeluarkan varian suara yang cukup banyak, dan ada banyak tonjolan (Jalak Suren dan Alap-alap) dan banyak tembakan kenari, love bird dan ciblek. Saya jadi ingat tulisan Om Duto, bahan yang baik dengan polesan yang benar akan menghasilkan burung yang luar biasa. Sayangnya Video caught yang diambil belum dapat diproses, Insya Allah pada postingan berikut saya tampilkan video anakan Komando via You Tube.

Semoga anakan Komando yang berasal dari Indukan Jawara bisa menjadi jawara di masa-masa mendatang.

Liberty Bird Farm menyediakan dan menjual Murai Batu anakan Jawara dan Non Jawara.
Berikut Daftar Harga Anakan Murai Batu:
1. Anakan Jawara
Umur 1-2 bln Rp. 2.500.000,-
Umur 6-9 bln Rp. 3.500.000,-

2. Anakan Non Jawara
Umur 1-2 bln Rp. 1.750.000,-
Umur 6-9 nlm Rp.2.750.000,-

Cara Pemesanan :

Untuk yang ready stock, silakan transfer sesuai dengan harga ongkos kirim ke bank danamon no rek 000059732354 a.n. Setya Teguh Yuwana kemudian konfirmasi via sms ke 0856 401 80999

Untuk yang indent, silakan transfer tanda pemesanan rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah) kirim ke bank danamon no rek 000059732354 a.n. Setya Teguh Yuwana kemudian konfirmasi via sms ke 0856 401 80999

 

Oleh – oleh dari Black Bird Keeping Cilacap, seekor anakan murai dari Komando diberi nama Komando Jr. oleh Liberty Bird Farm, setelah menempuh jarak ratusan kilometer, Alhamdulillah Komando Jr  tetap fit apalagi memang BirdVit menjadi andalan di Liberty Bird Farm.Crecetan-nya yang keras dan mulai belajar bunyi membuat kawanan Liberty Bird Farm jatuh hati. Joki Deny gembira banget melihat gerakan dan postur Komando Jr, bisa ngilangin rasa sedih sebagai pengganti Antasena yang baru-baru ini dilepas.

Jawab pertanyaan berikut:
1. Siapa nama Indukan Murai Batu di Liberty Bird Farm?
2. Siapa Pendiri Liberty Bird Farm?
3. Kapan Liberty Bird Farm berdiri?
Ketentuan Quiz:
Hadiah Total Rp. 250.000,- untuk 5 Pemenang.
Jawaban bisa diisikan di Facebook Liberty Bird Farm / di libertybirdfarm.wordpress.com (di comment post ini)
Jawaban paling lambat tanggal 8 Agustus 2010. Pengumuman tanggal 10 Agustus 2010. Hadiah diambil di SMK Pariwisata Liberty Pemalang pada jam kerja.

Dua hari yang lalu Liberty Bird Farm Pemalang menerima titipan murai bakalan hutan dari seorang teman. Dilihat dari ciri fisiknya ok banget! Tetapi namanya muda hutan liarnya minta ampun setiap didatangi pasti nglabrak sangkar kesana kemari. Dengan tekun dan sabar selama dua hari murai muda hutan itu di master dengan Brain Wash Sonar Therapy -nya om Ivan smartmastering. Alhamdulillah mulai ada tanda – tanda jinak meski nglabrak-ria masih sering dilakukan tapi tidak seganas ketika baru tiba. Liberty Bird Farm yakin akan bisa menjinakan murai muda hutan tersebut. Dengan masukan dari Om Duta dan om ivan, Insya Allah 6 bulan mendatang murai muda hutan yang diberi nama GEBRAK ini akan bisa ikut kontes, Amin

ANTASENA, burung murai anakan dari Liberty Bird Farm yang baru berumur 8 bulan akhirnya terjual dengan nilai Rp. 3 Juta. Angka ini merupakan rekor harga tertinggi penjualan anakan murai di Kabupaten Pemalang. Harga umum Murai dewasa non prestasi di Pemalang berkisar 1 Juta s.d. 2 Juta. Untuk itu Antasena yang baru berumur 8 bulan ternyata memecahkan rekor dengan harga jual Rp. 3 Juta, dibeli oleh Bp. Imam Mukarto, SP. Kepala SMK Muhammadiyah Petarukan. Ketika di latber-kan di wiradesa sudah ditawar Rp. 2 Juta, tapi masih dipertahankan oleh Liberty Bird Farm. Tetapi setelah ditawari Rp. 3 juta akhirnya Antasena di lepas.

ANTASENA, anakan Murai Batu dari Liberty Bird Farm menjadi pusat perhatian di Latber-an Wiradesa Kab. Pekalongan hari selasa(27/07/2010) yang baru lalu. Murai hasil penangkaran dari Indukan yang bernama Bima ini menjadi pusat perhatian para kicau mania karena irama dan isian yang lengkap dan ketenangan nya di tangkringan. Hanya saja memang volume dan speed masih belum standar, tetapi dipredikisikan 6 bulan ke depan ANTASENA ini akan jadi Jawara minimum di tingkat Kabupaten. Hal ini terlihat dari suara dan irama yang dikeluarkan, meski masih jarang ngeplay banyak yang berminat. Salah satunya Pak Samidi dari Pekalongan berani menawar 2 Juta, tapi ditolak, karena memang ANTASENA ini akan dijadikan maskot dari Liberty Bird Farm Pemalang.

Murai Batu seperti juga burung-burung lainnya , sejak lahir sebenarnya sudah memiliki pola suara khas, Akan tetapi pola suara khas turunan itu belum cukup untuk membentuk karakter suara setiap burung sehingga dihasilkan suara kicauan berkualitas tinggi. Untuk itu murai batu muda harus menirukan kicauan murai batu dewasa. Kalau tidak burung tersebut tidak akan mampu mengembangkan kemapuan berkicaunya secara maksimal.

Dengan proses seperti itu, tidaklah aneh jika murai batu muda biasa disebut bakalan kualitasnya juga berbeda. Pemelihihan bakalan murai batu yang tepat akan memudahkan pemiliknya untuk melatih burung tersebut sampai dapat berkicau dengan bagus. Faktor  yang perlu diperhatikan saat memilih bakalan antara lain : cirri fhisik, membedakan murai batu bakalan jantan dan betina, serta tingkat usia bakalan. Ketiga factor tersebut sering digunakan sebagai pedoman dalam memilih bakalan murai batu. Namun perlu diketahui ke tiga factor tersebut tidak menjadi jaminan bakalan murai batu kelak mampu berkicau bagus dan baik, masih ada pengaruh cara melakukan perawatan dan kondisi lingkungan. Bagus tidaknya kicauan murai batu baru akan terbukti setelah beberapa lama dalam perawatan.

Ciri-ciri Bakalan yang baik.

Syarat utama memilih bakalan ialah mencari burung yang sehat. Kesehatan burung (bakalan) dapat dilihat dari geraknya yang lincah, bulu sayap tidak mengembang, bulu kepala tidak berdiri dan burung tidak selalu diam disangkar. Ciri khusus untuk bakalan yang bagus dapat dibagi menjadi dua yaitu Ketrekan dan cirri fisik. Cirri fisik meliputi ukuran dan bentuk : tubuh, ekor, kaki, paruh kepala, leher dan mata.

Ciri Ketrekan.

Pengertian ketrekan disini ialah suara yang selalu disuarakan oleh setiap burung murai, suara trek-¦trek-¦trek¦akan diperdengarkan oleh burung setiap ada sesuatu yang mencurigakan maupun sangkarnya didekati sambil melompat lompa ke jeruji sangkarnya. Besarnya suara ketrekan tersebut biasanya dijadikan pedoman untuk menilai kualitas bakalan murai batu, jika suaranya bersambung seperti : trek¦trek¦trekâ¦maka bakalan murai batu tersebut akan bersuara keras bila sudah dewasa. Suara ketrekan yang pendek dan lamban merupakan ciri burung yg kicauannya tidak keras, Tentu saja potensi itu baru dapat berkembang jika burung ini dirawat dengan baik.

Ukuran dan Bentuk tubuh.

Bakalan murai batu yang bagus bertubuh besar dan panjang, pada saat berkicau bakalan murai batu yang seperti itu akan terlihat gagah, anggun dan menarik pada waktu dilombakan dan dapat mempengaruhi mental burung lainnya.

Ekor.

Keadaan ekor bakalan murai batu merupakan factor penting dalam memilih bakalan murai batu, Masalahnya dapat terjadi kemungkinan bulu ekor muraibatu tercabut saat burung ini ditangkap. Jika hal ini terjadi maka bulu ekor itu akan sulit tumbuh lagi.

Kaki.

Dalam memilih bakalan murai batu, jangan memilih burung yang jari kaki dan kukunya terluka. Luka itu umumnya terdapat di bagian bawah antara jari dan pangkal kuku. Warna kaki murai batu ada 3 macam yaitu, : warna Cokelat muda kemerah-merahan, kuning keputihan. Para kicauan mania banyak yang percaya bahwa burung berkaki cokelat kehitaman adalah murai yang bermental baja. Sebenarnya anggapan seperti itu tidak sepenuhnya benar. Mental dan kicauan murai batu yang bagus lebih banyak dipengaruhi oleh factor keturunan dan perawatan yang baik.

Paruh.

Bentuk paruh dapat menentukan besar kecilnya kicauan murai batu.
Para kicauan mania lebih banyak memilih burung berparuh agak panjang dan tidak terlalu tebal, Burung berparuh seperti ini biasanya memiliki kicauan yang besar, keras dan tajam.

Kepala

Kebanyakan bentuk kepala murai batu agak bulat, Meskipun sulit, sebaiknya mencari kepala yang agak gepeng dan tidak terlalu bulat. Kepala seperti itu dapat menunjang penampilan dan gaya burung waktu berkicau.

Leher.

Umumnya murai berleher panjang akan berkicau panjang, sambung menyambung, keras dan tajam. Selain itu gaya saat berkicau murai batu yang berleher panjang lebih bagus dibandingkan murai batu berleher pendek.

Mata.

Jarang sekali penggemar burung yang memperhatikan mata bakalan. Yang penting mata itu sehat, tidak cacat atau tidak sedang sakit. Sebagian penggemar murai batu lebih suka memilih bakalan yang matanya melotot. Ada anggapan bahwa murai batu yang bermata melotot bersifat galak dan lincah. Selain itu ukuran badannya lebih besar dibanding burung sejenisnya.

Membedakan Murai batu Jantan dan Betina

Mengetahui perbedaan murai batu jantan dan Betina merupakan satu factor penting dalam tehnis pemeliharaan burung ini. Sebab hanya murai batu jantang saja yang dapat berkicau dengan bagus, Murai batu betina sebenarnya tidak bisu, tetapi kicauannya jarang dan suaranya kecil.

Ciri Fisik.

Burung murai batu yang dijual dipasar burung dapat dibagi menjadi tiga bagian tingkat usia: yaitu Dewasa, Muda hutan, Anakan. Ciri fisik muda hutan dan dewasa sama, akan tetapi yang agak berbeda dan cukup sulit dilihat ialah murai anakan. Berikut ini adalah cirri fisik masing masing golongan murai batu :

Burung murai batu jantan dewasa dan muda hutan:

- Bulu tumbuh berwarna hitam sangat pekat, terutama dibatas antara bulu yang berwarna

hitam dan kecokelatan.

- Badannya Besar.

- Ekornya Panjang, besar dan kuat.

- Bulunya tidak terlalu kasar.

- Sisik kaki agak kasar.

Burung murai batu betina dewasa.

- Bulunya berwarna hitam agak kotor atau keabu abuan, terutama dibatas antara bulu

yang berwarna hitam dan kecokelatan.

- Badannya berukuran kecil

- Ekornya pendek dan kecil

Burung Murai batu Anakan Jantan.

- Dibagian dada yang kelak ditumbuhi bulu berwarna hitam ada bintik warna cokelat

- Ukuran badan cukup besar dan agak panjang

- Ekor agak panjang dan besar.

- Disayap ada totol totol berwarna cokelat (belum hitam seluruhnya)

Burung Murai batu Betina Anakan.

- Dibagian dada kelak ditumbuhi bulu hitam kotor atau keabuabuan, ada ada bulu muda

berwarna keputihan dan sedikit bercampur cokelat tipis. Warna itu memanjang ke

bawah.

- Badan agak kecil

- Ekor pendek dan kecil.

Demikian sekilas kiat mengetahui murai batu bakalan jantan dan betina agar para hobiis pemula komunitas murai batu mempunyai panduan jika hendak membeli atau memilih murai batu dewasa dan anakan. Semoga berhasil

Disarikan dari: omkicau.com

Berikut adalah link dari Liberty Bird Farm

1. Mas Duta omkicau.com

2. Mas Irvan smartmastering.com

3. SMK Pariwisata Liberty

4. Teguh Liberty

5. facebook Liberty Bird Farm

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.