Terinsipirasi dari film The Secret, yang pernah beredar di tahun 2002, kami ingin berbagi bagaimana hukum ketertarikan dari Pikiran kita akan menjadikan sukses untuk kita. Semoga postingan ini bisa bermanfaat. Untuk lebih jelasnya tentang Bagaimana Sukses mennggunakan Hukum Ketertarikan silakan klik link di bawah ini.
Category: Artikel Motivasi Sukses
Pendahuluan
Realita lapangan menunjukan bahwa sebagian orang di Indonesia tidak memiliki kemauan belajar yang tinggi, utamanya belajar bagaimana untuk menjadi sukses. Mereka hanya berkutat pada keinginan untuk menjadi pekerja saja dan jarang dari mereka berkeinginan untuk menjadi seorang enteprenur / wirausahawan. Hal ini diperparah dengan sistem rekruitmen dan remunerasi khususnya di kalangan pegawai negeri sipil (PNS) yang menjadikan generasi muda hanya mengejar target sebagai pegawai / pekerja.
Rendahnya motivasi untuk sukses (need for achievement) di kalangan masyarakat karena mereka berpaku pada pemahaman bahwa untuk sukses mereka harus bersusahpayah untuk bisa mempengaruhi orang lain. Mulai dari melakukan rekruitmen, pengelolaan sampai pemasaran yang merupakan serangkaian kegiatan yang melibatkan banyak orang. Sehingga mereka membayangkan betapa sulitnya untuk menjadi seorang wirausahawan.
Motivasi Sukses
Motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif/daya menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan tertentu. Dalam hal yang berkaitan dengan kesusksesan seseorang motivasi diartikan sebagai keseluruhan daya penggerak dalam diri seseorang untuk melakukan serangkaian kegiatan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Motivasi dapat timbul dari dalam diri individu (motivasi intrinsik) dan dari luar /motivasi ekstrinsik (Uzer Usman, 2008).
Motivasi instrinsik merupakan motivasi yang timbul sebagai akibat dari dalam diri individu tanpa ada paksanan dan dorongan dari orang lain, misalnya karena ingin memperoleh ilmu pengetahuan atau ingin mendapatkan keterampilan tertentu. Sebaliknya motivasi ekstrinsik timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena ajakan, suruhan atau paksaan dari orang lain.
James K van Fleet dalam bukunya Menjadi Pribadi Yang Berpengaruh menyatakan bahwa ada 14 keinginan atau kebutuhan dasar yang menjadi motivasi instrinsik atau motivasi dari dalam diri manusia. Ke -14 keinginan tersebut adalah :
- Rasa memiliki kekuasaan pribadi, penguasaan atas orang lain.
- Pemuasan ego, merasa diri penting
- Keberhasilan finansial, uang dan segala benda yang bisa didapat dengan uang.
- Pengakuan atas usaha, keyakinan bahwa dirinya berharga.
- Pengakuan oleh masyarakat atau kelompok, penerimaan oleh semuanya.
- Keinginan untuk menang, keinginan untuk menjadi yang pertama, unggul dan menjadi yang terbaik.
- Rasa memiliki akar, memiliki suatu tempat.
- Kesempatan untuk pernyataan kreatif.
- Keberhasilan mendapat atau mencapai sesuatu yang berharga.
10. Pengalaman baru.
11. Kebebasan dan kemerdekaan, keleluasaan pribadi tanpa gangguan.
12. Rasa memiliki harga diri, martabat,kehormatan.
13. Cinta dalam segala bentuk.
14. Ketentraman emosional.
Dalam lanjutan bukunya James K Van Fleet menyatakan juga bahawa hal – hal yang tersebut di atas selain bisa menjadi motivasi bagai diri sendiri juga bisa menjadi alat untuk memotivasi orang lain.
Ciri- Ciri Seseorang yang Bisa Memotivasi / Memepengaruhi Orang Lain
Salah satu ciri orang yang bisa memotivasi orang lain adalah antusiasme, mereka peduli dan paham dengan apa yang dininginbkan oleh orang lain dan
mengkomunikasikannya dengan meyakinkan pada orang lain bahwa apa yang diinginkan itu penting dan dapat terwujud. Ia juga memberikan teladan yang dapat menjadi inspirasi bagi orang lain.
Ciri-ciri orang yang berkualitas dan bisa memotivasi / mempengaruhi orang lain adalah yang melakukan hal-hal sebagai berikut :
- Tertarik pada setiap orang dan masalahnya.
- Menjadi pendengar yang baik
- Bisa mendorong orang lain untuk berbicara tentang dirinya.
- Menganggap orang lain penting.
- Berbuat sesuatu unbtuk orang lain dengan tulus.
Membangun Hubungan Kerja Sama
Selama ini orang beranggapan bahwa hubungan yang terjadi antara seorang dengan orang lain adalah saling memanfaatkan, contoh Pengusaha hanya memanfaatkan pekerja untuk kepentingan usahanya saja, seorang atasan hanya memanfaatkan bawahan untuk dirinya sendiri, dan sebagainya.
Seharusnya seseorang harus dapat meyakinkan orang lain bahwa apa yang dikerjakan itu untuk kepentingan bersama sesuai dengan keinginan bersama. Hal ini bisa dilakukan dengan langkah – langkah sebagai berikut :
- Mengetahui dengan tepat siapa orang yang dihadapi.
- Menemukan dengan tepat apa yang dinginkan oleh orang yang dihadapi.
- Menetapkan secara tepat bagaimana membantu mendapatkan yang dinginkan oleh orang yang dihadapi.
Untuk mendukung kerja sama yang baik maka seseorang harus mengetahui apa yang bisa dilakukan untuk menarik perhatian orang lain dan orang tersebut menjadi yakin bahwa dengan kerjasama itu keinginan mereka dapat terwujud.
Cara-Cara Mendapatkan Kepercayaan Orang
Unttuk menjadi usahawan sukses diperlukan adanya kepercayaan dari orang
lain, agar arah dan tujuan yang ingin dicapai bisa dilaksanakan sepenuhnya oleh orang lain. Bukankah manajer yang baik adalah orang yang bisa mempengaruhi dan menggerakan orang lain untuk melaksanakan serangkaian kegiatan untuk mencapai tujuan?
Berikut ini adalah cara – cara bagaimana mendapatkan kepercayaan orang lain, yaitu :
- Memiliki kepercayaan pada diri sendiri (self confidence) yang tinggi
- Menguasai dan menjadi ahli di bidang yang ditekuni
- Memberi pancaran positif akan kepercayaan diri pada orang lain
Sebagai komponen yang secara langsung berhubungan dengan orang lain, maka harus diketahui beberapa hal yang berhubungan dengan keyakinan pada diri sendiri. diantaranya adalah :
- Memilih cara dan metode berbicara dengan orang lain yang tepat termasuk memperhatikan penampilannya
- Menginformasikan dengan jelas tujuan yang ingin dicapai
- Menghubungkan kegiatan usaha dengan apa yang dinginkan oleh orang lain
- Melakukan improvisasi-improvisasi yang bertujuan untuk menciptakan rasa percaya orang lain.
- Menanamkan nilai atau pandangan hidup yang positif tentang bidang usaha yang digeluti, dipandang sebagai jalan untuk mewujudkan keinginan secara bersama.
- Menceritakan keberhasilan para tokoh-tokoh dunia yang dimulai dengan mimpi-mimpi mereka dan ceritakan juga cara-cara mereka meraih mimpi-mimpi itu. Ajak orang lain untuk bermimpi meraih sukses dalam bidang yang sedang ditekuni, seperti mimpinya para tokoh dunia tersebut.
- Memberikan respon positif kepada orang lain ketika mereka berhasil melakukan sebuah pekerjaan. Respon positif ini bisa berupa pujian, hadiah, atau pernyataan-pernyataan positif lainnya.
Kesimpulan
Banyak faktor yang mempengaruhi orang lain untuk dapat digerakkan dan dikendalikan sesuai dengan tujuan seseoarang. Hal ini bersumber pada 14 keinginan dan kebutuhan manusia secara umum. Dengan mengetahui keinginan orang lain maka sesorang akan dapat mempengaruhi orang lain untuk dapat menjalankan usahanya. Dengan mengetahui kebutuhan orang lain dan membuat orang lain percaya, maka seorang pengusaha akan dapat dengan mudah mengelola dan menggerakan semua rangkaian usahanya untuk mencapai tujuan tertentu.
Sukses hakiki adalah sukses dengan cara mensukseskan orang lain, Sheila Cane menyatakan dalam bukunya Kaizen Strategies For Winning Through People (Menang Melalui Manusia), bahwa wirausahawan yang benar – benar dikatakan sukses apabila dia dan karyawanya bisa mencapai tujuan dan keinginan secara bersama-sama. Dengan mengetahui keinginan orang lain seorang wirausahawan bisa mempengaruhi orang lain tersebut untuk mewujudkan kesuksesan dengan mudah karena semua orang percaya dan yakin kepadanya bahwa dengan bekerjasama dengan dia keinginan mereka diwujudkan secara bersama.
DAFTAR PUSTAKA
James K Van Fleet, 2006 Menjadi Pribadi Yang Berpengaruh, Yogakarta: Dolphin Books.
Usman, Uzer 2008. Menjadi Seorang Yang Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya
Sheila Cane, 1998, Kaizen Strategies For Winning Through People, Osaka: Europe Japan Center Publisher.



